News & Articles

The latest update of what is going on in the ecommerce industry

​E-Wallet? Yay or Nay?

2016-03-07

Perkembangan dunia e-commerce Indonesia menuntut adanya kemudahan customer untuk melakukan pembayaran terhadap barang ataupun jasa yang ditawarkan. Hingga saat ini, pembayaran melalui ATM dan Cash On Delivery (COD) masih menempati posisi teratas dari metode yang digemari masyarakat untuk melakukan pembayaran. Mengikuti di bawahnya adalah melalui internet banking, dan kartu kredit. Hingga beberapa saat yang lalu muncul alternatif pembayaran terbaru yang dikenal masyarakat dengan E-Money ataupun E-Wallet.

E-Wallet sedikit demi sedikit menjadi populer di kalangan masyarakat dikarenakan kemudahan dalam mendapatkannya, user hanya perlu mendaftar dengan mengisi aplikasi singkat, dengan persyaratan yang minimal dan tidak diperlukannya pemeriksaan kredit. Membuatnya cocok untuk semua kalangan masyarakat. Selain itu, e-wallet ini memungkinan user untuk dapat melakukan berbagai macam transaksi online tanpa perlu mengungkapkan data keuangan pribadi mereka. Tentu fitur ini menyebabkan e-wallet menjadi digemari mengingat ketakutan masyarakat akan transaksi online masih cukup tinggi. Selain itu, E-wallet menawarkan banyak promo-promo menguntungkan bagi penggunanya, mengeliminasi keengganan pengguna untuk memindahkan uang mereka ke dalam E-Wallet.

Mengutip dari Detik, bahwa Bank Indonesia menunjukkan beberapa statistik mengenai kondisi e-wallet di Indonesia. Hingga saat ini e-wallet sudah banyak digunakan sebagai alat pembayaran untuk transaksi yang bernilai kurang dari Rp 5 juta. Di Tahun 2013 total transaksi dengan e-wallet telah mencapai Rp 2 triliun per tahun dengan total keseluruhan nilai transaksi di Indonesia sebesar Rp 260 triliun per tahun.

Seperti apakah tren pertumbuhan e-wallet ini nantinya? Pertama, regulasi dari Bank Indonesia yang mengijinkan penyedia e-wallet untuk dapat menguangkan e-money yang mereka miliki setelah melakukan top-up, lagi banyak user merasa enggan menggunakan e-wallet karena setelah melakukan top-up, tidak dapat diuangkan kembali. Kedua, ketika penyedia e-wallet ini memiliki fitur yang memungkinkan user mereka untuk dapat mengirimkan uang ke orang lain meskipun menggunakan e-wallet yang berbeda, sehingga mempermudah proses pembayaran antara pengguna e-wallet. Hal ini diperlukan kerja sama silang di antara para penyedia e-wallet di Indonesia.

Dari data yang diperoleh dari techinasia, studi terhadap 4.000 responde dari Indonesia, Brazil, Inggris, dan Amerika Serikat mengatakan bahawa pemicu terbesar yang membuat masyarakat Indonesia mau menggunakan metode pembayaran yang baru adalah kepraktisan (31%), keamanan (23%), biaya transaksi (15%), dan insentif penyedia layanan (12%). Dari 60 juta orang yang memiliki rekening bank di Indonesia, hanya 15% yang menggunakan metode pembayaran non-tunai seperti kredit atau debit, menyimpulkan bahwa e-wallet masih mempunyai kesempatan untuk dapat terus bertumbuh di Indonesia.

(Dari berbagai sumber)

| Editor : Aldion Sianturi | www.linkedin.com/in/aldionsianturi

Load More...

Register to get Paid!

Place the name of your store here