News & Articles

The latest update of what is going on in the ecommerce industry

Social Media Seller

2017-05-02

Perkembangan internet dan media sosial juga membawa perubahan ke dunia bisnis di seluruh dunia. Saat ini, tanpa perlu membuka toko pun, penjual dapat berjualan via website, situs e-commerce, dan bahkan media sosial dari toko atau brand mereka. Bayangkan berapa biaya yang mungkin dapat dipangkas, seperti biaya sewa toko, listrik, hingga mungkin pegawai yang biasanya menjadi beban tersendiri bagi para pebisnis. Kemudahan lainnya yang ditawarkan oleh bisnis online adalah memampukan para penjual menjangkau para pembeli dari mana saja, di daerah lain maupun dari negara lain.

Bisnis di sosial media juga mengalami evolusinya tersendiri, yang dirasakan para penjual karena adanya perubahan tren dari platform media sosial yang digunakan. Tren menjadi online seller mulai terjadi di Indonesia dari sekitar awal tahun 2000an dimana sebuah situs komunitas yang keberadaannya dimanfaatkan juga untuk proses transaksi bernama Kaskus. Dari situs inilah berkembang istilah “Gan” alias “Juragan” bagi para penjual online. Setelah kaskus, tren berjualan online kembali berkembang, dimana situs Facebook tidak hanya dimanfaatkan untuk menemukan teman lama tetapi dijadikan “tempat berjualan” untuk para online shop dengan mengunggah foto barang yang mereka jual ke Photo Album dan memberikan deskripsi produk di tiap foto. Tidak berhenti sampai disini, platform social media lainnya seperti instagram, pinterest bahkan chat platform seperti BBM, Line, Whatsapp juga dimanfaatkan sebagai media berjualan online untuk mereka yang tidak memiliki website. Selain digunakan sebagai ‘etalase’ toko, berbagai platform ini juga digunakan sebagai sarana melakukan proses komunikasi hingga transaksi tanpa bertemu secara tatap muka.

Tapi tidak dipungkiri, bahwa masih banyak kesulitan yang ditemukan ketika melakukan transaksi jual beli online. Para seller misalnya harus bertindak seperti customer service selama 24 jam 7 hari untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan para pembeli, mengecek jumlah stok barang, dan merekap dana yang masuk. Bagi buyer yang ingin berbelanja pun terkadang dapat menjadi terhambat ketika harus menunggu respon dari seller dan melakukan transaksi manual hingga harus memberikan notifikasi kepada seller ketika sudah melakukan pembayaran.

Melihat permasalahan ini, Faspay bekerja sama dengan Xfers Singapura, menghadirkan Xfas sebuah solusi untuk para social media seller. Xfas hadir sebagai sebuah solusi untuk Product & Payment Link yang dapat membantu online seller untuk melihat seluruh transaksi dan membantu dalam manajemen inventori. Pembeli dapat langsung melakukan transaksi dengan meng-klik payment link yang dibagikan (share) oleh seller di berbagai platform sosial media mereka. Sehingga, transaksi menggunakan Xfas akan menghemat waktu dan tenaga buyer dan seller. Keunggulan lainnya seperti Buyer’s Protection yang dapat menjamin keamanan bagi pembeli setelah melakukan transaksi, dimana apabila dalam 7 hari mereka tidak menerima pesanannya, dana yang sudah ditransfer tidak akan dikirimkan kepada akun seller. Fitur-fitur diatas tentunya menjadi sebuah poin yang diperlukan para pelaku bisnis di social media.

Melihat seluruh perkembangan ini, tentunya kita harus semakin siap dalam menghadapi berbagai inovasi yang akan muncul di dunia online. Penggunaan payment link sendiri bahkan telah menjadi sebuah tren baru di berbagai negara lainnya, tak ketinggalan di Indonesia. Hmmm... sudah mencoba Xfas? Cek www.xfas.co.id untuk pengalaman berbeda dalam berbisnis dan bertransaksi online!

| Editor : KGK | https://www.linkedin.com/in/kina-grace-kawatu-181aa059/

Load More...

Register to get Paid!

Place the name of your store here