News & Articles

The latest update of what is going on in the ecommerce industry

Cryptocurrency: Masa Depan Uang Online?

2018-01-30

Bitcoin, Blockchain, Cryptocurrency adalah beberapa kosakata yang belakangan ini mulai sering terdengar di telinga kita. Deretan kosakata tersebut banyak diperbincangkan di tahun 2017 ketika nilai investasi di Bitcoin meroket hingga USD $10,000 per 1 Bitcoin dan membuat banyak penggunanya meraup keuntungan yang cukup signifikan. Bahkan diperkirakan cryptocurrency akan menjadi salah satu alat pembayaran masa depan.

Namun, prediksi itu sepertinya dimentahkan oleh Bank Indonesia. Bank Indonesia melarang masyarakat Indonesia untuk menggunakan Bitcoin sebagai alat tukar dan tidak menutup kemungkinan akan muncul larangan bagi masyarakat yang hendak menginvestasikan uangnya di Bitcoin ataupun aplikasi cryptocurrency lainnya.

Di tahun 2009, Bitcoin pertama kali diperkenalkan sebagai cryptocurrency yang dapat dijadikan investasi dan dijadikan alat pembayaran digital. Cara mendapatkannya adalah dengan melakukan mining – layaknya sebuah tambang emas, yang perlu digali untuk mendapatkan emas di dalamnya, begitu pula cara mendapatkan Bitcoin yaitu dengan cara menyelesaikan sebuah kode dan ketika Anda memecahkan kode tersebut, maka Anda akan mendapatkan Bitcoin. Hal unik lainnya dari Bitcoin adalah kepemilikannya tidak dicatat menggunakan nama pemiliknya atau berlangsung secara anonim melalui kode yang dimiliki setiap pemiliknya.

Jumlah Bitcoin yang terbatas yaitu 21 Juta di seluruh dunia dan belum semuanya berhasil ditambang sehingga harga Bitcoin bergantung pada supply-demand­ yang terjadi berdasarkan jumlah Bitcoin yang beredar. Berbeda dari bank yang melakukan pencatatan pembukuan dengan menggunakan ledger, kepemilikan cryptocurrency dicatat dalam sistem Blockchain yang merekam kode-kode yang disebut sebagai Hash dari pemilik awal hingga kepemilikan terakhir ketika Bitcoin itu diperjualbelikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa Blockchain-lah yang membuat Bitcoin aman dari ancaman peretas.

Masalah mulai muncul ketika beberapa tindak kriminal terungkap beberapa tahun setelah banyak orang menggunakan Bitcoin sebagai cara pembayaran seperti jual beli narkotika, pencucian uang hingga penghindaraan pembayaran pajak. Di Indonesia sendiri belum lama ini terungkap penggunaaan Bitcoin sebagai alat pembayaran di 44 bisnis di Bali dan hal ini tentunya dianggap melanggar hukum. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan Bitcoin dianggap sebagai mata uang yang tidak sah dan pemerintah telah menetapkan beberapa larangan untuk menggunakan mata uang digital seperti yang tertulis dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dan juga dalam Peraturan BI Nomor 7/3/PBI/2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah serta beberapa peraturan tentang teknologi finansial lainnya.

Walau saat ini kelayakan mata uang digital masih banyak diperdebatkan, namun banyak pihak yang menilai mata uang digital seperti Bitcoin ataupun cryptocurrency lainnya punya masa depan yang cukup baik. Apapun akhirnya nanti, ada baiknya bagi kita mempersiapkan diri untuk segala perubahan dalam sistem perbankan yang terjadi masa depan.

| Editor : FFD |

Load More...

Register to get Paid!

Place the name of your store here