News & Articles

The latest update of what is going on in the ecommerce industry

Online Fraud Prevention: Waspadakah Anda terhadap Penipuan Online?

2018-08-01

Di era serba online yang serba mudah dan cepat, masyarakat semakin dimanjakan dengan berbagai kemudahan termasuk dalam hal melakukan transaksi online. Jual beli online dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Siapapun bisa jadi bos toko online dan siapapun bisa belanja online hanya dalam hitungan detik. Tidak hanya anak muda, tapi kini generasi yang lebih senior pun kini sudah terbiasa dengan perkembangan teknologi yang ada.

Pertumbuhan teknologi di Indonesia, termasuk tren fintech yang kian merajalela, tak lepas dari cita-cita pemerintah untuk membuat Indonesia menjadi cashless society hingga 75% di tahun 2019 mendatang. Namun memang perubahan yang cenderung cepat ini justru menjadi kesempatan untuk oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan beberapa kejahatan cyber.

Saat isu penipuan online semakin merajalela di Indonesia, tidak hanya customer yang harus waspada akan penipuan yang membawa nama-nama perusahaan besar seperti Telco, bank ataupun eCommerce. Saat ini, merchant online pun harus waspada kan penipuan yang dapat dilakukan bahkan oleh oknum yang kreatif dalam melakukan penipuan. Yuk mulai tingkatkan kewaspadaan Anda untuk mencegah fraud di toko online Anda dengan mengikuti beberapa tips berikut:

  • Know Your Customer (KYC)

Proses Know Your Customer (KYC) adalah serangkaian cara-cara untuk “mengenal” customer sebelum memberikan akses kepada mereka untuk membeli produk atau menggunakan layanan Anda. Istilah ini biasanya sering terdengar di kalangan industri perbankan atau fintech, namun proses ini juga harus dilakukan oleh pelaku usaha ecommerce guna mengetahui para customer Anda serta untuk mengurasi risiko penipuan seperti pencurian identitas hingga pencucian uang.

KYC dapat dilakukan secara sistem maupun dengan cara manual, seperti yang dilakukan bank atau fintech, customer diwajibkan untuk melakukan pengisian data-data pribadi, termasuk memasukkan nomor identitas beserta foto terbaru yang langsung diambil dari aplikasi tersebut.Selain itu, verifikasi via nomor HP yang dikirimkan melalui OTP ataupun email untuk membuktikan keabsahan dari data yang mereka daftarkan.

  • Memberikan batasan transaksi atau Credit Limit

Satu hal yang perlu diperhatikan oleh pelaku bisnis ecommerce adalah batasan limit yang diberikan kepada customer dalam bertransaksi. Setelah melakukan proses KYC, Anda juga perlu memantau aktifitas transaksi serta kelancaran pembayaran dari customer Anda, untuk mengurangi risiko gagal bayar ataupun penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Untuk bisnis ecommerce biasanya memiliki kecenderungan volume transaksi dalam jumlah tertentu. Namun tentunya tidak menutup kemungkinan apabila ada transaksi yang terkadang bernilai cukup besar dan mungkin hal ini dapat menjadi satu kecurigaan untuk Anda sebagai pemilik usaha. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, Anda dapat melakukan otorisasi secara manual sebelum merilis produk yang Anda jual kepada sang pembeli.

  • Bekerja sama dengan Payment Gateway Berlisensi

Selain melakukan tindakan pencegahan seperti dua poin di atas, tentunya pastikan website Anda juga dibantu oleh pihak ketiga seperti Payment Gateway Berlisensi untuk menjamin keamanan bertransaksi untuk customer Anda. Faspay, sebagai Payment Gateway berlisensi pertama di Indonesia yang telah memiliki izin beroperasi resmi dari Bank Indonesia, juga memastikan jaminan keamanan bertransaksi dengan dukungan sertifikasi dari lisensi dari berbagai pihak lain seperti PCI DSS, MasterCard Secure Code, American Express Safe Key, Verified by VISA dan JCB J Secure.

| Editor : KGK |

Load More...

Register to get Paid!

Place the name of your store here