News & Articles

The latest update of what is going on in the ecommerce industry

Your Digital Life

2018-04-16

Data milik 87 juta pengguna Facebook diketahui berhasil “dicuri” dan tentunya berita ini berhasil menggemparkan dunia. Mungkin Anda bertanya-tanya apakah Anda juga merupakan salah satu korbannya? Topik ini mungkin tidak begitu ramai diperbincangkan warga net di Indonesia, namun topik ini menjadi isu internasional tatkala penyalahgunaan data pribadi para pengguna Facebook ini diketahui digunakan sebagai dasar penelitian untuk beberapa kampanye politik di Inggris dan Amerika Serikat beberapa tahun terakhir ini. Hal ini tentunya membuat pengguna Facebook di seluruh dunia menjadi semakin khawatir akan penyalahgunaan data pribadi mereka yang meliputi Kesukaan, Ketertarikan, Friend List, Kontak hingga Pandangan Politik (political views).

Satu isu terbesar pun terangkat yaitu seberapa jauh kita memberikan telah memberikan akses untuk aplikasi seperti Facebook ataupun aplikasinya terhadap data kita. Sadarkah Anda saat kita memasang (install) satu aplikasi dalam smartphone atau perangkat elektronik kita, biasanya ada sebuah notifikasi yang menyatakan bahwa aplikasi tersebut membutuhkan Anda untuk memberikan akses terhadap beberapa informasi pribadi yang tersimpan di perangkat elektronik Anda? Ketika Anda menyetujui (Accept) permintaan aplikasi tersebut untuk mengakses data Anda, inilah proses pengumpulan Big Data terjadi.

Cambridge Analytica, sebuah lembaga survey yang mulai mengumpulkan Big Data dari para pengguna Facebook sejak tahun 2014 dengan meluncurkan sebuah aplikasi dalam bentuk “kuis kepribadian” berjudul “This is Your Digital Life”. Kuis online ini sebenarnya merupakan sebuah aplikasi di luar situs Facebook yang kemudian ramai dipergunakan banyak pengguna Facebook. Untuk bermain kuis online ini, seorang pengguna Facebook akan diminta untuk memberikan akses masuk ke profil Facebook mereka dan kemudian aplikasi ini juga akan meminta izin untuk mengambil data-data pribadi penggunanya. Tentunya, apabila Anda memberikan akses ini, aplikasi lain ini dapat dengan mudah mengambil data Anda, yang tentunya membuat pihak lain seperti Cambridge Analytica dengan mudah mendapatkan Big Data tersebut.

Big Data didefinisikan sebagai kumpulan data-data yang dianalisa melalui sistem komputer untuk mengetahui pola, tren, asosiasi, khususnya yang berhubungan dengan tingkah laku manusia. Hal yang menjadi kontroversi dalam kebocoran data Facebook kali ini adalah gagalnya Facebook dalam melindungi privasi penggunanya karena data yang mereka simpan di Facebook kemudian diambil lagi oleh pihak ketiga yang mengakses data para pengguna Facebook ini melalui aplikasi yang terhubung dengan Facebook. Hal ini tentunya menjadi sebuah “wake up call” untuk Facebook yang akhirnya memutuskan untuk membuat peraturan yang lebih ketat akan aplikasi luar yang dapat terhubung ke Facebook (aplikasi pihak ketiga).

Tidak hanya bagi pihak Facebook, namun tentunya kejadian ini tentunya menjadi “wake up call” bagi begitu banyak penggunanya yang jumlahnya telah mencapai seperempat dari populasi dunia tentang isu privasi mereka yang dapat diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kejadian ini tentunya dapat menjadi reminder juga bagi kita yang senang membagikan informasi atau cerita hidup kita di dunia maya. Seberapa jauh kita membagikan informasi tersebut dan apa saja batasan yang perlu kita buat agar kita terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Hal yang perlu Anda lakukan juga adalah kembali mengatur profil Anda di berbagai situs atau aplikasi yang Anda gunakan semisal Facebook dan melakukan pengaturan di halaman “Setting” dan menghapus aplikasi pihak ketiga yang tidak perlu terhubung dengan profil Anda.

| Editor : KGK |

Load More...

Register to get Paid!

Place the name of your store here